oleh

Bersama Forkopimda Dan Bupati Se-Sulbar, Danrem 142/Tatag Kembali Lakukan Video Confrence Bahas Situasi Ini

Mamuju-RealitaIndonesia.id-Danrem 142/Tatag, Kolonel Czi Firman Dahlan, S.I.P, kembali melakukan Video Confrence bersama Gubernur Sulbar Drs. H. Andi Ali Baal Masdar, Kajati Sulbar Darmawel Aswar, Ketua DPRD  Sulbar Hj.Suraidah Suhardi, Kabinda Sulbar, Bagus Suryo Nugroho, Sekprov Sulbar DR.Muh. Idris, Kapolda Sulbar, para Bupati sejajaran Sulbar, Kementerian Agama Sulbar, Ketua MUI Sulbar, Kadis Kesehatan Sulbar serta pihak terkait lainnya.

Video Confrence dilakukan untuk menindak lanjuti video conference sebelumnya (red-Senin 18 Mei 2020) dengan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Prof. DR. Mahfud MD bersama beberapa Menteri dan Gubernur termasuk Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tentang pelaksanaan shalat Idul Fitri sesuai peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020.

Pada kesempatan ini Gubernur Sulawesi Barat Drs. Ali Baal Masdar, M.Si meminta masukan dan pandangan dari peserta video Conference perlu tidaknya dilaksanakan Shalat Id secara berjamaah di Mesjid atau lapangan dengan kondisi seperti sekarang ini adanya wabah covid 19.

” Kementerian agama pada tingkat Kabupaten telah melakukan pertemuan dengan Forkopimda setempat dan menyepakati pelaksanaan Shalat idul fitri dilaksanakan dirumah masing – masing dalam rangka memutus rantai covid – 19 ” hal ini diungkapkan Kementerian Agama Prov. Sulbar.

Diungkapkan pula oleh Kementerian Agama Sulbar, agar seluruh komponen berpartisipasi memutus rantai covid – 19 dan mematuhi keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Prov. Sulbar dan berharap covid – 19 ini secepatnya menghilang dari Sulawesi Barat.

Sementara itu Danrem 142/Tatag Kolonel Czi Firman Dahlan, S.I.P mengatakan, pada intinya pihak TNI mendukung apa kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah termasuk adanya pelarangan untuk Shalat Idul Fitri di Mesjid maupun dilapangan.

” apapun keputusan Pemerintah maka TNI akan mengawal keputusan itu, demi kepentingan masyarakat secara umum, seperti saat ini penanganan pandemi covid – 19 ”

Wakil Bupati Majene Lukman dalam vicon ini mengatakan, Pemerintah Kab. Majene telah menyepakati pelaksanaan Shalat Idul Fitri di rumah masing – masing.

Ditambahkan pula oleh Wakil Bupati Majene, akan dilaksanakan pembatasan orang – orang yang akan masuk di Kab. Majene mulai tanggal 23 s/d 26 Mei 2020 kecuali kendaraan yang membawa sembilan bahan pokok.

Diakhir vicon DR. Muh. Idris Sekda Prov. Sulbar menyimpulkan, Shalat Idul Fitri dilaksanakan dirumah masing – masing dan dilarang Shalat Id di Mesjid maupun dilapangan.

Pemerintah Sulawesi Barat akan segera mengeluarkan himbauan atau instruksi kepada seluruh Pemerintah Daerah di Provinsi Sulawesi Barat untuk dipedomani. Tandas Sekda Prov.Sulbar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed